Kita Kan Selalu Sama-Sama, Berdua

Jiwamu lelah, maka istirahat lah
Ada aku yang menangis dalam ragamu
Kau mengetuk pintu-pintu yg tak berubah
Sedang aku bersamamu tanpa batas waktu
Kadang-kadang kita payah
Lupa selalu, pemalu, masih meragu
Dan mereka sudah tahu arah
Namun ku meminta pada Yang Maha Tahu,
Tenanglah tenang jangan kau gegabah
Karna hadirku memeluk di tiap pelik hidupmu
Dan tak mengapa kita mengalah atau kalah
Kan selalu masih ada aku yang mencintaimu

P. S September, 3 2021. Selepas adzan magrib berkumandang. Tuhan tahu kita mampu; Epilog dan Pelukku untuk pelikmu dari Fiersa Besari.

Rangkuman Kemarin

ada hal-hal yang kita tangisi
ada hal-hal yang kita syukuri
tak semestinya amarah menyertai
tak semestinya ambisi mengikuti
Aku mewujudkan yang ditulis untukku
Aku mengganti yang terbaik untukku
apalah kita (aku) peminta nomor satu
apalah kita (aku) pelupa tiada adu
kadang-kadang kita tak tahu batas antara meminta dan memaksa
kadang-kadang kita tak paham pula mana lupa dan gila
memang apa-apa yang menyengsarakan hidup adalah ulah kebodohan kita
memang apa-apa yang membahagiakan hati adalah cinta kasih sayang-Nya

P.S. May, 14 2021. 4:17 pm.

Utuh; Tentang Kehidupan.

Kedatanganmu tak pernah ada separuh
Aku mengetahui dari jalan-jalan yang disusuri kehadiranmu
Ku kira hanya ada tetes air mata, atau secercah senyum bahagia
Lalu jiwa-jiwa ku meluruh dibersamai waktu
Mengeja membaca pertanda akan makna-makna
Pernah ku artikan dirimu yang tak ku pandang menyeluruh
Seakan-akan tak pernah ku dapati kesempurnaan padamu
Hanya merasa ada kuning yang cerah, atau biru yang sendu
Kini ku dapati dirimu yang utuh
Yang tak ku sadari wujudmu sejak dulu, dan selalu begitu
Suka yang ditemani duka, tangis yang ditemani tawa
Menemukan dua yang menyeluruh pada satu yang separuh
Kehidupan akan dan selalu begitu…

P.S 6 November 2020, 09:12 pm
Terima kasih, Semesta.

Kiriman dan Penjelasan

pertama-tama
aku tak punya bunga dan telah lama berhenti mencintai bunga-bunga
kini yang ada hanyalah daun-daun yg ku tanggal
lantas mengirimimu seikat sejuk kehijauan yang hidup dari tiap harap dan tetes air mata

bukan
bukan maksudku mau mengemis cinta
cinta adalah perhatian yang membuat seseorang lupa memperhatikan diri sendiri

dan ketahuilah
kamu adalah ceritaku tentang lautan
samudera luas yang ku pandang tenang dari kejauhan walau mengingatkanku pada senyap tangis kehilangan

Sirih (Piper betle L.)

P.S. 13 Juni 2020, 03:33 am.

Titik Nol

kenangan memburuku
seperti bayangan yg takan terlepas layaknya ruh yg menyatu dalam tubuh
berpendaran di ruang berdinding putih coklat hitam yg menyatu
aku melihatmu dan suara-suara yg terdengar berulang
mengisi raga seekor kucing hitam pelantun ratusan pernyataan kasih sayang
kemana hendak melaju
adakah pulang yang kau jadikan sebenar-benarnya titik nol dari pengharapanmu?

P.S. 7 Mei 2020, 01:04 am.

aku kembali menemu yang terasa sudah berlalu
ada sesak menelusup pada degup
dan sesuatu yang kusebut takut
tiada yang lebih kuat dari semoga
segala ucap harap menyatu pada tangis tak berdaya
tanpa kuasa

P.S 30 Maret 2020, 10:20 pm.

Surat-Surat Lama

puluhan purnama merangkai kata-kata
pada kalimat-kalimat mengadu yang dirasa
ada surat-surat lama di brangkas tua
adinda namun tak kunjung menulis nama-nama penerima
“apakah dengan tibanya lembaran-lembaran kertas itu padanya kan menjadikanku tak melulu rundung duka?”
pertanyaan yang kau ulang-ulang masih tak ditemukan jawabannya

P.S. 16 Februari 2020, 8:42 pm.

Luruh Membeku

matisyahdu adalah imbang kesamaan spektrum rasa
dan pertemuan deras air hujan dengan atap yg bernada
semilir angin membawa kabar dari tanah masa lalu
sudah saatnya beranjak untuk tidak lagi ragu
kemarin musim berlalu selama suara-suara si perempuan pesakitan dibungkam
senyap tenang dalam balutan jampi-jampi kasih Yang Maha Menyembuhkan di tiap temaram
kini ada yang luruh dan membeku dalam wujud kenangan
tentang lakon dan kisah yang kelak diceritakan

dan lalu, ada seekor kucing hitam penerima sisa-sisa tumbal kesedihan digiring Tuhan hingga menjadi hadiah kehidupan
pun sekelumit empati dari bocah yg tidak ditinggalkan kematian

P.S 4 Februari 2020, 12:07 am.

Dariku Untukmu

Membicarakan aku
menghanguskan yang telah lalu
Membicarakan masa lalu
mengutuk segala lagu sendu
Kalah menang hasil permainan dadu
Tawa tangis sembunyi di balik pintu
Aku punya cita, Tuhan punya rencana
Kamu punya do’a, Dia punya kuasa
Entah kemana angin laut membawa
Percaya badai pasti berlalu jua
Mewangikan harum bunga depan mata
kelak tumbuh laksana cermin keindahanNya
Mewangikan kata-kata dari tebalnya buku
kelak tegap sederhana sumber kerinduanmu

P.S. 7 Desember 2019, 11:08 pm

Suara Abu-Abu Tua

padanya, abu-abu, aku bertanya
pernah melihat matahari?
atau embun pagi?

kembali aku menanyai abu-abu tua
dituntunnya langkah ke beranda
membelakangi pintu jendela-jendela
memandang jauh halaman di muka

pernah melihat matahari?
atau embun pagi?

hening kembali
sepi

abu-abu tua tetap tak bersuara

P.S. 23 Desember 2019, 2:05 pm.